Selasa, 27 Desember 2011
Selasa, 06 Desember 2011
dakwatuna.com - Dalam kehidupan sehari-hari, banyak dijumpai pasangan suami istri yang terjebak dalam konflik berkepanjangan, hanya karena sebab yang sepele dan remeh. Mereka tidak mampu mengungkapkan keinginan dan perasaan secara lancar kepada pasangannya, yang berdampak muncul salah paham dan memicu emosi serta kemarahan pasangan. Ini menunjukkan adanya komunikasi yang tidak lancar, sehingga berpotensi merusak suasana hubungan antara suami dengan istri.
Ternyata, komunikasi memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan keharmonisan kehidupan rumah tangga. Gagal berkomunikasi bisa mengancam keutuhan sebuah keluarga, bahkan sampai ke tingkat perceraian. Sebenarnya apakah maksud komunikasi, dan bagaimana agar bisa berkomunikasi secara efektif kepada pasangan?
Makna Komunikasi
Komunikasi adalah aktivitas menyampaikan apa yang ada dalam pikiran, konsep yang kita miliki dan keinginan atau perasaan yang ingin kita sampaikan pada orang lain. Komunikasi juga bermakna sebagai seni mempengaruhi orang lain untuk memperoleh apa yang kita inginkan. (B S Wibowo, 2002).
Yang dimaksud dengan komunikasi efektif adalah sebuah bentuk komunikasi dimana pesan yang disampaikan berhasil mencapai sasaran dengan feedback (respon) yang sesuai dengan tujuan. Jika suami menghendaki “Aku ingin dibuatkan teh panas manis”, maka istri mengerti persis setingkat apa panasnya dan seperti apa tingkat kemanisannya. Jika istri membuatkan kopi pahit, maka jelas ini bentuk komunikasi yang terdistorsi secara berlebihan.
Jika istri menghendaki, “Aku ingin engkau perhatikan”, maka suami mengerti persis bentuk perhatian seperti apa yang diinginkan istri dan menyenangkan hati istri. Jika suami justru pergi meninggalkan rumah dengan marah, ini menandakan proses komunikasi yang terlalu jauh menyimpang.
Pondasi Utama
Jauh sebelum berpikir tentang upaya membangun komunikasi efektif, hal yang pertama kali harus dimiliki adalah menciptakan visi keluarga yang jelas. Suami dan istri harus memiliki cita-cita besar (vision) yang terang benderang, dan menjadi sebuah ikatan moral yang kokoh untuk diwujudkan dalam kehidupan. Visi inilah yang akan menuntun arah perjalanan kehidupan keluarga agar tidak menyimpang dan tidak berbalik arah.
Visi keluarga adalah surga. Ingin mendapatkan kebahagiaan kehidupan di dunia dan kebahagiaan hidup di akhirat. Mendapatkan surga dunia dalam rumah tangga, dan mendapatkan surga akhirat di taman keabadian yang dijanjikan-Nya. Inilah visi yang sangat kokoh, yang mengikat kehidupan keluarga menuju kepada muara yang sangat jelas dan indah.
Dengan visi ini, suami dan istri akan selalu berusaha membahagiakan pasangannya. Selalu berusaha untuk menciptakan keluarga yang bahagia, dan bersama masuk surga.
10 Prinsip Komunikasi Efektif
Ada banyak orang berkomunikasi, namun tidak mendapatkan tanggapan seperti yang diharapkan. Ternyata pesan tidak sampai kepada pasangan, atau pesan sampai kepada pasangan tetapi dengan terdistorsi. Dampaknya komunikasi tidak pernah nyambung dan masing-masing merasa tidak nyaman dalam berkomunikasi. Hal ini akan mengakibatkan kemalasan dalam komunikasi dan memilih pasif.
Agar komunikasi antara suami dan istri bisa efektif, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh kedua belah pihak:
- Mengetahui ragam komunikasi, dari berbicara, menulis, hingga menyampaikan pesan lewat berbagai media
- Bersikap empati. Memposisikan diri Anda pada situasi perasaan dan pikiran yang sedang dialami pasangan.
- Fleksibel, komunikasi kadang memerlukan suasana dan gaya serius, namun ada kalanya lebih efektif menggunakan suasana dan gaya yang santai
- Memahami bahasa nonverbal. Kadang ekspresi wajah dan bahasa tubuh pasangan Anda sudah mengisyaratkan sesuatu pesan
- Jadilah pendengar yang baik. Jangan menguasai komunikasi dengan terlalu banyak bicara dan tidak mau mendengar
- Egaliter, hilangkan sekat pembatas antara Anda dengan pasangan yang menghalangi kehangatan komunikasi
- Hindarkan kalimat dan gaya yang menyakiti hati pasangan, atau menyinggung perasaannya
- Sampaikan pesan dengan lembut dan bijak. Jangan berlaku kasar dalam komunikasi
- Gunakan bahasa dan media yang tepat, sesuai dengan situasi dan kondisi saat melakukan komunikasi
- Pilih waktu, suasana dan tempat yang tepat untuk mendukung kelancaran berkomunikasi.
Demikianlah sepuluh prinsip komunikasi efektif antara suami dan istri. Semoga kita semua mampu menciptakan keluarga yang sakinah, mawaddah dan rahmah. Aamiin.
(hdn)
Kamis, 01 Desember 2011
Mencintai titah Tuhannya
Tak pernah lelah
Menanggung beban derita
Tak pernah lelah
Menghisap luka
Kau mencintaiku
Seperti matahari
Mencintai titah Tuhannya
Tak pernah lelah
Membagi cerah cahaya
Tak pernah lelah
Menghangatkan jiwa
Kau mencintaiku
Seperti air
Mencintai titah Tuhannya
Tak pernah lelah
Membersihkan lara
Tak pernah lelah
Menyejukkan dahaga
Kau mencintaiku
Seperti bunga
Mencintai titah Tuhannya
Tak pernah lelah
Menebar mekar aroma bahagia
Tak pernah lelah
Meneduhkan gelisah nyala..
Rabu, 23 November 2011
Senin, 21 November 2011
Wujudkan Mimpi Studi di Jepang bersama OSTJ
Posted on 14 November 2011 by admin
One Step To Japan (OSTJ) merupakan sebuah program kerjasama antara Bidang Hubungan Luar Negeri (HLN) MITI-Mahasiswa dan Todaimuslim Japan (http://todaimuslim.org/) yang memfasilitasi mahasiswa Indonesia yang serius ingin belajar di Negeri Sakura. Todaimuslim merupakan perkumpulan mahasiswa muslim yang sedang kuliah di University of Tokyo, yang akan membantu mahasiswa Indonesia dalam pembuatan proposal riset, mencarikan sensei, dan lain sebagainya.
OSTJ angkatan I saat ini sedang berlangsung, setelah melakukan tahap penyeleksian yang cukup ketat diperolehlah 42 kandidat peserta dari seluruh kampus Indonesia yang telah memenuhi syarat. Kriteria syarat yang harus dipenuhi diantaranya: score TOEFL ≥500, IPK ≥ 3.00 dan mengisi formulir yang telah disediakan oleh MITI-Mahasiswa. Sebanyak 42 kandidat peserta saat ini tengah dibimbing melalui mailing list (milist) OSTJ oleh Todaimuslim. Komitmen, keseriusan, dan kesungguhan dari peserta akan mempertahankan mereka di milist ini untuk terus dipandu dalam menggapai keinginan mereka studi di Jepang.
Untuk mensupervisi kegiatan ini sehingga berjalan dengan baik, Todaimuslim telah melaksanakan seminar beasiswa dan diskusi antarpeserta yang lolos di kampus-kampus binaan MITI-Mahasiswa. Melihat antusiasme dari berbagai kampus dan tidak semua kampus didatangi maka dengan mempertimbangkan dari jumlah peserta yang lolos, maka dipilihlah ITB, UNPAD dan UNDIP sebagai tempat dilaksanakannya kegiatan OSTJ goes to campus ini.
Kegiatan ini langsung dihadiri oleh Bapak Firman Alamsyah, M. Si, Mahasiswa S3 University of Tokyo yang juga Ketua Todaimuslim Japan. Walaupun di lakukan di bulan Ramadhan, acara OSTJ goes to campus ini mendapat sambutan antusias yang tinggi dari peserta, yang dibuktikan dengan jumlah peserta yang hadir yakni sekitar puluhan peserta di ITB dan UNPAD, sedangkan di kampus UNDIP Semarang hampir mencapai 300 orang.
Program kerjasama antara MITI-M dan Todaimuslim Japan akan terus dikembangkan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa Indonesia yang ingin menimba ilmu di negeri matahari terbit. Apakah berminat kuliah di Jepang ? Bersiap dirilah mewujudkan mimpimu!
Kiki Yulianto
HLN MITI-Mahasiswa 2011
Related Posts:
- Program “One Step to Japan” Program ini merupakan program pendampingan bagi seluruh mahasiswa di seluruh ...
- Berburu Beasiswa Monbukagakusho ke Jepang MITI Mahasiswa dan Radio PPI dunia akan menyelenggarakan program radio ...
- Jaringan dan Mitra MITI-M mewujudkan komitmennya melalui kerjasama dengan jaringan dan kemitraan pada ...
- One Step to Japan Judul itu saya tulis di papan tulis Edwartech, ketika ...
- GIPI GIPI (Gebyar Inovasi Pemuda Indonesia), 29-30 Januari 2011 dilaksanakan di ...
Leave a Reply
Recent Posts
- Menguak Dunia Nanoteknologi: Inovasi Aplikasi dalam Industri (Catatan Kecil Temu Wilayah JADIY)
- The Third Annual Indonesian Scholars Conference in Taiwan (AISC-Taiwan 2012)
- Erasmus Mundus Masters Courses (EMMCs)
- Daftar Beasiswa dari Negara-negara Uni Eropa
- Kegagalan Teknopreneurship Akibat Tak Berbasis Kebutuhan
RELATED SITES
Like mitimahasiswa.com?
10 Rules For Amazing & Brilliant Women
Guest blog post by Tara Mohr.
I coach brilliant women, lots of them. Dedicated, talented, brilliant women.
Most of the time, they don’t know their brilliance. They are certain they “aren’t ready” to take on that next bigger role. They are more attuned to the ways they aren’t qualified than to the ways that they are. They are waiting for someone to validate, promote or discover them. Sound familiar?
It’s time to step up, brilliant women. Here are ten principles for owning your brilliance and bringing it to the world:
1. Make a pact. No one else is going to build the life you want for you. No one else will even be able to completely understand it. The most amazing souls will show up to cheer you on along the way, but this is your game. Make a pact to be in it with yourself for the long haul, as your own supportive friend at every step along the way.
2. Imagine it. What does a knock-the-ball-out-of-the-park life look like for you? What is the career that seems so incredible you think it’s almost criminal to have it? What is the dream you don’t allow yourself to even consider because it seems too unrealistic, frivolous, or insane? Start envisioning it. That’s the beginning of having it.
3. Gasp. Start doing things that make you gasp and get the adrenalin flowing. Ask yourself, “What’s the gasp-level action here?” Your fears and a tough inner critic will chatter in your head. That’s normal, and just fine. When you hear that repetitive, irrational, mean inner critic, name it for what it is, and remember, it’s just a fearful liar, trying to protect you from any real or seeming risks. Go for the gasps and learn how false your inner critic’s narrative really is, and how conquerable your fears.
4. Get a thick skin. If you take risks, sometimes you’ll get a standing ovation, and sometimes, people will throw tomatoes. Can you think of any leader or innovator whom you admire who doesn’t have enthusiastic fans and harsh critics? Get used to wins and losses, praise and pans, getting a call back and being ignored. Work on letting go of needing to be liked and needing to be universally known as “a nice person.”
5. Be an arrogant idiot. Of course I know you won’t, because you never could. But please, just be a little more of an arrogant idiot. You know those guys around the office who share their opinions without thinking, who rally everyone around their big, (often unformed) ideas? Be more like them. Even if just a bit. You can afford to move a few inches in that direction.
6. Question the voice that says “I’m not ready yet.” I know, I know. Because you are so brilliant and have such high standards, you see every way that you could be more qualified. You notice every part of your idea that is not perfected yet. While you are waiting to be ready, gathering more experience, sitting on your ideas, our friends referenced in rule five are being anointed industry visionaries, getting raises, and seeing their ideas come to life in the world. They are no more ready than you, and perhaps less. Jump in the sandbox now, and start playing full out. Find out just how ready you are.
7. Don’t wait for your Oscar. Don’t wait to be praised, anointed, or validated. Don’t wait for someone to give you permission to lead. Don’t wait for someone to invite you to share your voice. No one is going to discover you. (Well, actually, they will, but paradoxically, only after you’ve started boldly and consistently stepping into leadership, sharing your voice, and doing things that scare the hell out of you.)
8. Filter advice. Most brilliant women are humble and open to guidance. We want to gather feedback and advice. Fine, but recognize that some people won’t understand what you are up to (often because you are saying something new and ahead of your time). Some people will find you to be not their cup of tea. Some will feel threatened. Some people will want to do with your idea only what is interesting or helpful to them. So interpret feedback carefully. Test advice and evaluate the results, rather than following it wholesale.
9. Recover and restore. If you start doing the things that make you gasp, doing what you don’t quite feel ready to do, and being more of an arrogant idiot, you are going to be stretching out of our comfort zone–a lot. Regularly do things that feel safe, cozy, and restorative. Vent to friends when you need to. Acknowledge the steps you’ve taken. Watch your tank to see how much risk-taking juice you have available to you. When it’s running low, stop, recover and restore.
10. Let other women know they are brilliant. Let them know what kind of brilliance you see, and why it’s so special. Call them into greater leadership and action. Let them know that they are ready. Watch out for that subtle, probably unconscious thought, “because I had to struggle and suffer on my way up…they should have to too.” Watch out for thinking this will “take” too much time – when the truth is it always has huge, often unexpected returns.
Clear a path by walking it, boldly.
Tara Mohr is a writer, coach and creator of Wise Living, which offers coaching, and courses for professional and personal fulfillment. Click here to receive her free goals guide, “Turning Your Goals Upside Down and Inside Out (To Get What You Really Want).”
mendapati mu
dalam bentuk apapun,
terasa indah
Kau tau
merindukan mu
dalam bentuk apapun,
terasa bahagia
Menatap mu, mendengarkan komentar mu, membaca tulisanmu, begitu bermakna
terasa indah seisi dunia
tapi tak kan kulakukan lagi,
sampai kau benar2 halal untuk q
*Karena kau begitu indah & pantas untuk dirindukan
Rabu, 16 November 2011
Kamis, 10 November 2011
tanpa cemas, harap & takut
tanpa letih, lemah & lesu
tanpa malas, sia-sia & ketakabburan
Q rangkai tautan strategi-strategi jitu
tanpa tekanan siapa pun
tanpa intimidasi dari mana pun
tanpa ragu apalagi takut & mundur
Ketika kau pergi
dan memilih jalan hidup mu,
aq kan tetap disini bersama kenangan mu yang q bawa menyertai setiap tapak perjalanan
tanpa berharap lebih apalagi menangisi kesendirian ini
seperti kisah dahulu,
yang tak pernah ku ungkit apalagi menanti
pergilah...
dengan semua cita2 & harapan mu
akan q temukan lagi teman2 seperjuangan yang akan membersamai q
insyaAllah
Rabu, 09 November 2011
Senin, 07 November 2011
Kamis, 03 November 2011
Senin, 31 Oktober 2011
Tapi kini justru hal yang sebaliknya...
Ngaji pun ga selamanya menjamin bahwa dirinya terpelihara dalam bi'ah lingkungan yang Islami, menjalankan syari'at sebagaimana mestinya.
Aku akan memilih berdasarkan pilihan Allah dengan standarisasi yang telah ditetapkanNya.
Selamat tinggal,
*Q yakin akan menemukan calon presiden yang pandai menjaga harga dirinya
Tapi kini justru hal yang sebaliknya...
Ngaji pun ga selamanya menjamin bahwa dirinya terpelihara dalam bi'ah lingkungan yang Islami, menjalankan syari'at sebagaimana mestinya.
Aku akan memilih berdasarkan pilihan Allah dengan standarisasi yang telah ditetapkanNya.
Selamat tinggal,
*Q yakin akan menemukan calon presiden yang pandai menjaga harga dirinya
Tapi kini justru hal yang sebaliknya...
Ngaji pun ga selamanya menjamin bahwa dirinya terpelihara dalam bi'ah lingkungan yang Islami, menjalankan syari'at sebagaimana mestinya.
Aku akan memilih berdasarkan pilihan Allah dengan standarisasi yang telah ditetapkanNya.
Selamat tinggal,
*Q yakin akan menemukan calon presiden yang pandai menjaga harga dirinya
Minggu, 30 Oktober 2011
Rabu, 26 Oktober 2011
Selasa, 25 Oktober 2011
Minggu, 23 Oktober 2011
Rabu, 19 Oktober 2011
Senin, 17 Oktober 2011
Minggu, 25 September 2011
Rabu, 24 Agustus 2011
Menikmati Kesendirian
Lelehan airmata ini semoga bisa meredakan semua gemuruh yang tersimpan dalam hati sanubari.
Oh Nuurun 'alan Nuur
Kamis, 04 Agustus 2011
Karena itu tak dapat dijabarkan
sesuatu yang indah terlahir dari rasa
dan rasa itu karunia Ilahi
Bagaimana kujelaskan cinta
Bila haru terlalu melandaku
semua rasa itu, haru rasa bahagia
takut dan cemburu pun karunia Ilahi
Dari sujud ke sujud
kusaksikan hanya untuk cinta
subhaanallah cinta kita terus bertasbih
Jumat, 10 Juni 2011
Rabu, 18 Mei 2011
Jika semuanya berjalan tanpa penataan, diriku ingin terus menata semuanya dan menjalankan sesuai perencanaan. Biar tertatih bahkan berat kaki ini melangkah. kuyakin dengan titah Tuhan yang mewajibkan usaha dalam setiap perubahan yang ingin diwujudkan.
Jika dada ini kadang terasa sesak oleh himpitan perasaan yang menguasai jiwa. Ku menyungkurkan diri memohon padaNya, oh kiranya ku diberikan jalan keluar yang terbaik. Tak kira jika semua orang membenciku apalagi mencemooh ku. kuyakin dalam setiap nadi yang berdetak, sebagai penanda kehidupan yang memastikan beredarnya darah ke seluruh tubuhku, aku akan mencapai tingkat tertinggi itu dalam hitungan waktu yang terus bergulir hingga diriku layak untuk mendapatkannya.
Ku terus meyakini setiap helaan nafas yang menguatkan perjuangan ku. Tak kan pernah surut oleh godaan yang membahana berusaha menggerogoti setiap sisi dan jiwa ku.
Kuyakin dengan semua cita-cita serta janjiku yang telah kuikrarkan setiap kali bertemu Kekasih sejati ku.
Dialah yang kutuju...
Selasa, 17 Mei 2011
Tahap Kedua
Jika mereka menanti dengan debaran, justru akan kubuat debaran itu yang letih menanti kapan ianya bisa muncul. Tak kan kubiarkan sedetik pun merajai diri apalagi menguasai seluruh relung & jiwa ku.
Kubahagia jika penantian 10 tahun itu datang, tapi bukan berarti ini akan menghentikan segenap mimpi yang telah kurajut sejak awal...oh tidak, sama sekali tidak akan kubiarkan.
Senin, 16 Mei 2011
Debaran
terasa, namun tak tau dari mana asalnya...
menggelombang tapi tak tau dari mana cetusannya
future husband
Siapakah gerangan dia yang dinanti 10 tahun silam.
Oh,
Kuyakin, dialah penyempurna cita2 q.
Selasa, 22 Maret 2011
Kajian Keilmuan
Kajian keilmuan semestinya tidak terpisahkan dari seorang pembelajar sejati. Upaya melakukan up grade terhadap pengetahuan dan kapasitas pribadi dalam hal kompetensi semestinya berterusan hingga akhir hayat. "Belajar dari buaian hingga ke liang lahat" sebaiknya terus menjadi pepatah yang mengiringi perjalanan hidup kita hingga kita pun terus berada dalam ranah kebaikan yang tak kunjung lepas sampai jasad pun terpisah dari ruh. Sungguh, sangat beruntung orang-orang yang senantiasa membersamai ilmu, baik posisinya sebagai penuntut ilmu, pengajar ilmu, pencinta ilmu dan simpatisan orang-orang yang disebutkan sebelumnya karena hidupnya akan terus diiringi kebaikan, buah dari kebersamaan dirinya ilmu.
Menyikapi trend yang berkembang dimana ukuran-ukuran keilmuan seseorang terlalu sangat dimaterialisasikan yang secara keseluruhan selalunya hanya dihargai dalam bentuk ijazah & sejenisnya menjadikan hakikat menuntut ilmu terkadang tidak mampu diraih oleh seorang yang secara kasat mata menjalani proses pembelajaran di institusi pendidikan. Tak heran kalau terkadang kita masih merasa ketinggian ilmu justru membuat diri makin tak tenang, kehidupan makin tak jelas. Semuanya bagai menggenggam air, ketika tangan tersebut diangkat dari melebihi batas ketinggian air, menjadi hilang yang tersisa tinggal bekas basahnya. Begitu sukar untuk memastikan volume airnya tidak berkurang apalagi berharap untuk bertambah.
Upaya penjagaan ilmu ini yang masih jarang kita sadari sebagai satu elemen penting dalam menjalani kehidupan. Kita masih lebih mengkhawatirkan kehilangan barang-barang atau harta kekayaan ketimbang kehilangan ilmu yang sesungguhnya lebih bernilai dari harta. Penyikapan kita untuk lebih banyak memastikan banyaknya harta yang masuk ke kantong & brankas serta tabungan kita memalingkan kita dari sesuatu yang sesungguhnya lebih bernilai dari itu yakni mengikuti kajian keilmuan untuk menambah, mengasah serta menjaga ilmu yang telah kita miliki. Satu kenyataan yang cukup ironis, namun telah, sedang & akan terus terjadi ketika kita tidak pernah menyadarinya.
Keadaan ini seharusnya menjadi perhatian kita dengan menjadikan forum kajian & diskusi keilmuan bagian yang terus kita jalani & menjadi penyempurna perjalanan hidup kita. Bagi seorang pembelajar sejati, tidak ada yang susah untuk dirubah. Kecuali ketika pesimisme telah menerjang diri kita..
Salam Pembelajar...
Senin, 21 Maret 2011
Barakallahu lakuma..
Tak mampu lisan ini melafadzkan rasa cinta yang begitu mendalam
Sungguh, rasa sayang mu tentu tak terbalas
Kerinduan mereguk kebersamaan terus membayang
Akankah asa ini terus melayang
Di tengah hiruk pikuk persaingan yang terus menerjang
Kanda,
Luahan rasa cinta hanya mampu kutitipkan
Pada Rabb Sang Pencipta, Pengabul Permohonan
Oh kiranya kebahagiaan terus mewarnai kehidupan kanda,
dunia akhirat
Kanda,
Rasa sayang mu yang sering kusalahartikan
Sikap bijaksanamu yang sering kuacuhkan
Pengorbanan mu yang sering terlupakan
Tentu sering memerihkan perasaan
Kanda,
Semoga permohonan maaf & doa-doa pengharapan ini
Dapat menjadi penebus semuanya
Semoga Persaudaraan ini kekal hingga ke akhirnya..
Rasa yang mungkin bahkan tak pernah kualami
Dalam hidup yang penuh misteri
Laksana setitik embun dalam kedahagaan
Kehadiran sosoknya begitu indah
Menjadi penyeri teriknya siang
Menjadi obat peneduh gelora jiwa
Pesona itu...
Bahkan membuat mata tak berkedip
Hati pun tak jua tunduk
Namun ianya begitu teduh
Bak sepoinya angin di senja nan indah
Ibarat mentari yang terus beredar mengikuti sunnahNya
Pun bulan yang senantiasa melintasi poros aturanNya
Pasang surutnya lautan mengikuti hukumNya
Jiwa pun ridha atas ketentuanNya
Wallahi, indah nian ciptaanMu Rabbiy
Bila rasa ini berpadu
Puisi cinta ini kan menjadi saksi
Pengharapan dan doa Bunda terkasih