Selasa, 22 Maret 2011

Kajian Keilmuan

Bila jasad membutuhkan makanan dan istrahat yang cukup untuk terus bertahan melakukan aktivitasnya, satu komponen dalam diri manusia yang membedakannya dengan makhluk lain juga memerlukan pemenuhan. Membaca dan mengasah akal pikiran melalui kajian dan diskusi yang meningkatkan ketajaman cara berfikir kemudian menjadi hal yang penting dan semestinyalah merupakan satu program yang mesti teragendakan dalam aktivitas kita sehari-hari.

Kajian keilmuan semestinya tidak terpisahkan dari seorang pembelajar sejati. Upaya melakukan up grade terhadap pengetahuan dan kapasitas pribadi dalam hal kompetensi semestinya berterusan hingga akhir hayat. "Belajar dari buaian hingga ke liang lahat" sebaiknya terus menjadi pepatah yang mengiringi perjalanan hidup kita hingga kita pun terus berada dalam ranah kebaikan yang tak kunjung lepas sampai jasad pun terpisah dari ruh. Sungguh, sangat beruntung orang-orang yang senantiasa membersamai ilmu, baik posisinya sebagai penuntut ilmu, pengajar ilmu, pencinta ilmu dan simpatisan orang-orang yang disebutkan sebelumnya karena hidupnya akan terus diiringi kebaikan, buah dari kebersamaan dirinya ilmu.

Menyikapi trend yang berkembang dimana ukuran-ukuran keilmuan seseorang terlalu sangat dimaterialisasikan yang secara keseluruhan selalunya hanya dihargai dalam bentuk ijazah & sejenisnya menjadikan hakikat menuntut ilmu terkadang tidak mampu diraih oleh seorang yang secara kasat mata menjalani proses pembelajaran di institusi pendidikan. Tak heran kalau terkadang kita masih merasa ketinggian ilmu justru membuat diri makin tak tenang, kehidupan makin tak jelas. Semuanya bagai menggenggam air, ketika tangan tersebut diangkat dari melebihi batas ketinggian air, menjadi hilang yang tersisa tinggal bekas basahnya. Begitu sukar untuk memastikan volume airnya tidak berkurang apalagi berharap untuk bertambah.

Upaya penjagaan ilmu ini yang masih jarang kita sadari sebagai satu elemen penting dalam menjalani kehidupan. Kita masih lebih mengkhawatirkan kehilangan barang-barang atau harta kekayaan ketimbang kehilangan ilmu yang sesungguhnya lebih bernilai dari harta. Penyikapan kita untuk lebih banyak memastikan banyaknya harta yang masuk ke kantong & brankas serta tabungan kita memalingkan kita dari sesuatu yang sesungguhnya lebih bernilai dari itu yakni mengikuti kajian keilmuan untuk menambah, mengasah serta menjaga ilmu yang telah kita miliki. Satu kenyataan yang cukup ironis, namun telah, sedang & akan terus terjadi ketika kita tidak pernah menyadarinya.

Keadaan ini seharusnya menjadi perhatian kita dengan menjadikan forum kajian & diskusi keilmuan bagian yang terus kita jalani & menjadi penyempurna perjalanan hidup kita. Bagi seorang pembelajar sejati, tidak ada yang susah untuk dirubah. Kecuali ketika pesimisme telah menerjang diri kita..

Salam Pembelajar...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar