http://erikatzain.wordpress.com/2011/10/05/menanti-cinta-yang-halal/
Menanti Cinta Yang Halal

Tak
ada yang bisa menyangkal, bahwa tidak ada seorang pun yang steril dari
yang namanya cinta. Meski ia telah setingkat da’i atau da’iyah. Tak ada
yang bisa mencegah datang virus itu, seperti sanandung puisi berikut:
Cinta……. Menembus ruang dan batas Menggelora, meradang dan mematikan
Kala cinta merasuk sukma, membekukan akal, menghempas rasa jika tidak karena-Nya
Kemana kan dibawa lari sekeping hati pecinta??
Kita akan bicara tentang cinta. Sesuatu
yang Allah tanamkan fitrahnya pada setiap jiwa. Tapi alangkah hinanya
bagi pecinta yang terbelenggu oleh cintanya. Duhai saudariku…….
Mencintai itu adalah kewajaran……..!!! Apalagi bagi seorang wanita yang
telah memasuki usia dimana kebutuhan kasih sayang dan penjagaan dari
seorang lelaki sudah sangat dirindukannya. Tapi ingatlah wahai
sahabatku, janganlah engkau tanggalkan kehormatanmu dengan mengumbarnya
di antara manusia. Dengan cara apapun, dengan dalih apapun, dengan
susunan kata semanis apapun, sekuat apapun dorongannya jangan engkau
tertipu oleh rayuan syaetan.
Betapa senangnya syaetan bila manusia
telath terkena panahnya. Panah yang akan membuat manusia mabuk cinta dan
menjadikan halal segala cara apapun untuk mendapatkannya. Maka jadilah
sms merah jambu, surat-surat cinta, dan lainnya yang padahal bisa jadi
syaetan telah mengemasnya menjadi kemasan yang akan mengundang kemurkaan
Allah.
Saudariku….. Bersabarlah di saat malam
gelap gulita membekap. Bersabarlah di antara sujud panjangmu, di antara
harap dan do’amu kepada Allah dengan kedatangan pangeran yang akan
menjemputmu. Bersabarlah terus di antara dua lelehan air matamu karena
berharap yang terbaik dariNya. Sungguh itu lebih baik bagimu dan yang
lebih Allah ridhoi daripada selainnya. Walaupun sulit, terasa berat,
tidak tahan menunggu kepastiannya, namun tetaplah seperti itu, sabar,
sabar dalam penantianmu. Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang terbaik
bagimu. Bukankah janji Allah sudah jelas:
”dan wanita-wanita yang baik adalah untuk
laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita
yang baik (pula).” {QS. An Nuur : 26}
Terasa sulit memang….. hati itu terkadang
begitu cepat berbolak balik. Terkadang ia kuat bagai benteng kokoh,
tapi sering pula ia rapuh bak rumah kardus di bawah kolong jembatan. Di
satu sisi kita senantiasa menginginkan tunduk pada perintah-perintah
Allah, perintah menundukkan pandangan, perintah mengulurkan jilbab,
perintah terus memperbaiki didi dari hari ke hari. Namun, di sisi lain,
syaetan senantiasa bergerak dan bekerja untuk menggoda manusia. Sehingga
terkadang dalam penantian panjang ini ada kalnya terselip pandangan
yang belum halal, ada perkataan yang belum halal, ada usaha mencari
perhatian yang belum halal.
Saudariku….. Saat ini, di tengah malam
ini mari kita tengok jendela- jendela yang terbuka. Di atas ribuah
sajadah, bersimpuh wanita-wanita yang sedang merindu. Tetesan-tetesan
air mata mereka terus membasahi bumi, air mata mujahidah yang sangat
takut tergelincir kepada kemaksiatan. Berjuta sorotan mata yang hanya
ditujukan kepadaNya. Dan engkau ….., apakah engkau termasuk bagian dari
wanita bersimpuh itu, sabarlah.
Benar, tidak mudah. Tapi tidak ada yang
salah dengan janjiNya. JanjiNya adalah keniscayaan terindah, walau itu
harus kau tebus dengan kesabaran yang berpeluh kesah. Janganlah lelah
memuliakan dirimu. Bukan untuk dia, bukan untuk dirimu sendiri. Tapi
semata hanya untuk Rabbmu. Sungguh itu bagian dari tarbiyah dengan cara
yang berbeda. Dan Maha Benar Allah, lelaki mulia itu akan datang atas
nama kemuliaan pernikahan. Tanpa engkau perlu teriaki, dia telah
mendengar dengan kesediaan tertinggi akan seruan lembut RabbNya, yang
disampaikan kepada hamba terkasih dan utusanNya.
“Wahai para pemuda, barangsiapa telah
mampu di antara kalian, hendaklah ia menikah, karena ia dapat
menundukkan pandangan dari menjaga……”(HR. Bukhari, Muslim, Abu Daud,
Tirmidzi dan Nasa’i)
Lelaki yang senantiasa menjaga kehormatan
itu pasti akan datang, lelaki yang setiap malam engkau tangisi itu
pasti akan mengetuk pintu rumahmu, lelaki yang akan menjaga kehormtan
yang senantiasa engkau jaga itu pasti akan menjemputmu dengan
kesederhanaan dan senyuman terindah yang tetulus dari hatinya, lelaki
yang akan menemanimu sholat di malam hari, menasehatimu di kala senang
dan menghiburmu di kala sedih. Adakah itu yang engkau harapkan wahai
saudariku….??? Ataukah lelaki itu masih engkau harapkan datang dari
kemaksiatanmu kepada Allah dan lebih dicintai oleh syaetan…..???